Showing posts filed under Cara Rasulullah

Cara Bertawakal yang Baik

Posted by Ikhwan on 04:16 PM, 17-Jun-13  •  Comments (15)

Dikisahkan bahwa ada seseorang yang baru datang dari luar kota menemui Rasulullah. Beliau menanyakan apakah ontanya sudah diikat (di parkir secara benar dan dikunci). Orang itu menjawab: Tidak ya Rasulullah, saya tawakkal saja kepada Allah. Rasul lalu menegurnya; (jangan begitu), ikat dulu untamu secara benar, baru engkau bertawakkal kepada Allah. Dari hadis itu dapat difahami bahwa kepercayaan kepada Allah sebagai Yang Maha Kuasa , Maha Pengatur dan Maha Penentu tidak mengurangi professionalitas dan rasionalitas usaha.

Banyak orang yang salah memahami tawakal dalam kehidupan sehari hari, mereka mengharapkan sesuatu tanpa ada usaha sedikitpun mendapatkan apa yang diinginkannya itu. Ini adalah sikap tawakal yang salah kaprah. Bertawakal itu diujung usaha. Kita harus berusaha semaksimal mungkin kemudian baru bertawakal dan berserah diri pada Allah.

Nabi Musa dan pengikutnya ketika dikejar Firaun tidaklah berdiam diri begitu saja, mereka berlari menyelamatkan diri bersama Musa . Namun malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diaraih tiba tiba mereka dihadapkan pada situasi yang sulit. Didepan mereka laut menghadang, sementara dibelakang mereka Firaun dengan balatentaranya siap untuk menangkap dan menyiksa mereka. Mereka tidak tahu lagi apa yang akan diperbuat, mereka bertawakal dan berserah diri pada Allah. Kemudian Allah memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke permukaan laut. Tiba tiba laut itu terbelah, dan dihadapan mereka terbentang jalan yang luas untuk melarikan diri. Demikianlah Allah menolong ornag yang berserah diri padaNya. Merekapun lari menyelamtakan diri melalui lorong yang terbentuk ditengah laut itu. Setela sampai diseberang, Musa pun kembali memukulkan tongkatnya ke permukaan laut . maka tiba tiba laut itupun bertaut kembali menenggelamkan Firaun bersama para pengikutnya.

Ikuti prosedur yang berlaku, kemudian bertawakallah pada Allah, niscaya Allah akan mendatangkan pertolongan dengan cara yang tidak dapat diduga sebagaimana disebutkan dalam surat At Thalaq ayat 2-3:

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. 3. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.  (At Thalaq 2-3)

Kita harus selalu berusaha untuk patuh dan mengikuti berbagai prosedur yang ada ,berusaha semaksimal mungkin dalam usaha kita . Namun dalam menolong dan menyelamlatkan kita Allah tidak terikat pada semua aturan yang berlaku. Seperti apa yang dialami nabi Musa beserta pengikutnya diatas. Nabi Musa dan pengikutnya harus berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan diri dari kejaran Firaun, namun ketika mereka sudah terpojok pada posisi sulit, Allah tidak terikat dengan berbagai aturan untuk menolong mereka. Ketika Musa memukulkan tongkatnya kepermukaan laut , maka laut itu terbelah membentuk sebuah jalan bagi Mjusa dan pengikutnya. Ini adalah kejadian yang tidak masuk akal. Demikianlah cara Allah menyelamatkan hamba hambaNya.

Demikian pula cara orang beriman mengatasi berbagai masalah kehidupan, ketika mereka sakit merekapun berobat sesuai prosedur yang berlaku, kemudian bertawakal pada Allah. Mereka mencari rezeki dengan berniaga, bekerja, menjual jasa, dan lain sebagainya kemudian mereka berserah diri pada Allah. Mereka tidak berdiam diri  berpangku tangan begitu saja  untuk mendapatkan rezeki dari Allah.

Allah menjamin rezeki orang yang selalu berusaha dan bertawakal padaNya sebagaimana yang dikisahkan oleh Umar bin Khattab ra bahwa ia pernah mendengar  Rasulullah SAW bersabda :

‘Sekiranya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki; dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang ” …. (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Tidak dibenarkan ketika ditimpa suatu penyakit kemudian berdiam diri pasrah dan bertawakal pada Allah tanpa ada usaha sedikitpun untuk berobat. Mengharapkan kekayaan atau kesuksesan namun hanya berdiam diri dirumah tanpa usaha sedikitpun. Itu adalah tawakal salah kaprah.

Cara Rasul Menangani Konflik

Posted by Ikhwan on 04:19 PM, 12-Mar-13  •  Comments (41)

ThumbnailKonflik adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Sayangnya tidak semua orang mengerti bagaimana cara menangani konflik yang sekarang terjadi di suatu daerah seperti halnya di sekitar kita. Berikut ini adalah tips singkat mengenai bagaimana cara Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam... [Read More]

Lebih Baik Berkumur Setelah Memakan atau Meminum Sesuatu Yang Berlemak

Posted by Ikhwan on 09:21 AM, 01-Feb-13  •  Comments (13)

berkumur.jpg

Dari Ibnu Abbas berkata; “Nabi minum susu, lalu beliau minta diambilkan air seraya berkumur dengan air tersebut, setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya pada susu itu ada lemaknya.”

Doa Nabi Muhammad SAW Ketika Berbuka Puasa

Posted by Ikhwan on 04:29 PM, 21-Jul-12  •  Comments (24)

395972_322863137805777_780800058_s.jpg

Dari Umar radhiallahu anhu berkata: “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berbuka  puasa mengucapkan:

“Dzahaba dzoma’ wab tallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru Insya Allah”

Artinya:

“Telah hilang rasa haus dan telah basah kerongkongan dan telah tetap pahalanya Insya Allah.”

(HR. Abu Dawud (2357) dan Ad-Daruquthni (25))

Ibnu Hajar berkata dalam kitabnya “At-Talkhis Al-Habir” (2/202)

(Ad-Daruquthni berkata: sanadnya baik).

Dibaca setelah berbuka ...